Showing posts with label Niyati Wulandari. Show all posts
Showing posts with label Niyati Wulandari. Show all posts

Thursday, May 22, 2014

“Hold Papua”

10th Class Review
“Hold Papua”

“Kalau saya turun di samping provinsi Irian Jaya,
juga Aceh dan Maluku akan minta dilepaskan dari Republik Indonesia”
Presiden Abdurrahman Wahid

            Kata-kata tersebut dikatakan oleh presiden Indonesia yang ke empat yang bernama Abdurrahman Wahid yang dikenal dengan nama “Gus Dur”. Jika Papua dilepaskan oleh Indonesia, pastilah pulau-pulau lain yang ada di Indonesia ingin melepaskan diri dan dapat dipastikan Indonesia akan bubar. Dilihat dari sejarah bangsa Indonesia dalam mempertahankan Papua agar tidak lepas dari NKRI, maka sangat disayangkan sekali apabila Papua melepaskan diri dari NKRI, maka sebagai warga Negara Indonesia harus mempertahankan Papua apapun yang terjadi.

Sunday, May 4, 2014

Papua: Masa Lalu Yang Tak Berlalu


9th Class Review
Papua: Masa Lalu Yang Tak Berlalu
(By: Niyati Wulandari)
Beristirahat dan tidak bertemu dengan Academic Writing selama dua kali pertemuan.  Dikarenakan Mr. Lala pergi ke Malaysia oleh karena itu Academic Writing terhambat, tetapi kami harus mencari-cari informasi mengenai Papua, mendiskusikan teks yang berjudul “Don’t Use Your Data As a Pillow” mendiskusikannya harus perkalimat dan diberi pendapat. Jumat, 25 April 2014, ruang 46, pukul 08.30 WIB, kami kembali lagi bertemu Academic Writing setelah dua kali pertemuan tidak bertemu. Perjalanan di Academic Writing kali ini akan panjang dan makin menanjak bahkan curam, itulah sebabnya kami harus mempersiapkan mental dan bekal yang cukup bahkan lebih untuk mengikuti perjalanan di Academic Writing. Bekalnya yaitu informasi mengenai Papua, buku-buku yang sudah ada dibaca dan lain-lain.

Sunday, April 6, 2014

Data: Gunakan dan Kembangkan Informasi



8th Class Review
Data: Gunakan dan Kembangkan Informasi
            Istirahat sejenak untuk memulihkan tenaga, meregangkan otot-otot yang tegang, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi tanjakan yang lebih curam di Academic Writing. Minggu-minggu kemarin telah terlewati Appetizer Essay, Chapter Review, The First Progress Test, Critical Review dalam bahasa Indonesia, Critical Review dalam bahasa Inggris bahkan The Second Progress Test. Dan sekarang tanjakan semakin curam yaitu Argumentative Essay Part 1. Jumat, 04 April 2014 seperti biasa di ruang 46 pukul 07.30 WIB, pada power point yang berjudul 9th Match: Reading Time dari judulnya saja sudah dapat ditebak bahwa perjalanan di Academic Writing harus lebih banyak makan makanan yang bergizi (harus lebih banyak baca) namanya juga reading time.

Sunday, March 30, 2014

“A Man who Jiggle the World”

Name: Niyati Wulandari
NIM: 14121320252


“A Man who Jiggle the World”
Introduction
Shock, did not believe, curious, and think over. That are my feeling after read the article who the writer is Howard Zinn that the title “Speaking Truth to Power with Books”. Amazing Howard Zinn is a man who makes the world jiggle. Not only that, but also Zinn was open world eyes, make all people in the world woke up from their slept, Zinn slaps repeatedly history, change and make a new history. How come? All of that Zinn did by book. It is the effect of literacy; because of literacy Zinn can do all. It is amazing just from one book Zinn can jiggle the world moreover Zinn has written more than 20 books, possibility Zinn can make a new world. New world where people aware for history.

Saturday, March 29, 2014

“Bergelut dengan Critical Essay”

7th Class Review
“Bergelut dengan Critical Essay”
            Masih bergelut dengan Academic writing. Perjalanan yang semakin menanjak dan semakin terjal memaksa kami untuk tancap gas lebih dari sebelumnya, karena perjalanan kali ini akan melewati rute “critical essay” bisa disebut ngebut tapi nyantai bisa disebut juga nyantai tapi ngebut. Jumat 21 Maret 2014, ruang 46, pukul 07.00 WIB. Itulah hari dimana critical essay di peer review. Sebelum masuk ke pembahasan yang ada di power point 7, telebih dahulu saya akan memasukkan komentar dari Mahromul F. mengenai my critical essay.

Sunday, March 23, 2014

“The Important Things in Thesis Statement”


6th Class Review
“The Important Things in Thesis Statement”
(By. Niyati Wulandari)
            Perjalanan di Academic Writing semakin menanjak dan berbatu (terjal). Jumat, 14 maret 2014 di pos ke enam, ruang 46 adalah tempat pengisian bahan bakar untuk kami menambah pengetahuan, pukul 05.45 WIB, menunjukkan kebenaran dari kata-kata Mr. Lala bahwa belajar lebih pagi lebih baik. Hari itu belajar dengan cara yang berbeda, berbeda disaat orang lain masih tidur atau bangun, tapi kami harus belajar. Dengan udara pagi yang sejuk, secara otomatis otak kamipun masih fresh dan siap menerima nutrisi tentang Academic Writing. Seperti jatuh dan jatuh lagi, sama halnya dengan kami di kelas Academic Writing yang harus jatuh dan bangun lagi dan seterusnya agar kami tahu dan pandai dalam Academic Writing. Agar kami kuat, kami harus diberi nutrisi yaitu “buku” dan “pena” agar kami mempunyai cita rasa literasi yang tinggi.

Saturday, March 15, 2014

“Key Issues in Writing”


5th Class Review
“Key Issues in Writing”
            Pada Class Review ke lima ini Jumat 07 Maret 2014, ruang 45, dan pukul 07.00 WIB. Di Class Review kali ini saya tidak akan memasukkan hal-hal yang tidak penting (Insya Allah). Sekarang adalah pertemuan ke lima, ini berarti pembelajaran Academic Writing sudah mencapai tahap pemanasan yang cukup. Sebuah pergiasan emas ketika dibuat menjadi perhiasan terlebih dahulu ditempa pada suhu yang begitu panas, agar bisa menghasilkan bentuk yang bagus dan berkualitas. Analogi di atas, hendaknya menjadi penyemangat kita agar kita menjadi perhiasan emas yang berharga, karena kita semua adalah calon-calon emas terbaik. Wujudkan semua itu dengan salah satu kewajiban kita di dalam Academic Writing.

Saturday, March 8, 2014

“Belajar Lebih Pagi Lebih Baik”

4th Class Review


“Belajar Lebih Pagi Lebih Baik”

            Jumat 28 Februari 2014, ruang 46, pukul 07.00 WIB. Hari itu hari pertama MK writing dimulai lebih awal 30 menit. Mr. lala berkata “Belajar lebih pagi lebih baik”. Seperti biasa saya akan menceritakan sesuatu yang dianggap tidak penting, yaitu hari itu saya memakai baju warna ungu (baju kelas), saya duduk di barisan ke dua, di depan saya ada bangku kosong (tidak ada orang yang duduk, hanya ada tas milik Liana), sebelah kanan saya ada Dwi, sebelah kiri saya ada Rasdeni, dan tepat di belakang saya ada Susi. Kemudian Mr. Lala menanyakan critical review yang kita buat.  “apakah kita sudah mencapai quality reader apa belum? Apakah kita masih stuck sebagai reader? Apakah kita sudah beranjak dari reader menjadi menjadi quality reader?

Thursday, March 6, 2014

“Saktinya Sebuah Buku”


Critical Review 2
“Saktinya Sebuah Buku”

Sejarah itu unik. Karena sejarah hanya terjadi satu kali, walaupun itu terjadi lagi untuk yang ke dua kalinya tapi tak akan sama persis dengan sejarah yang sebelumnya, oleh karena itu sejarah disebut unik. Semua kejadian yang terjadi di masa lampau itulah yang dinamakan sejarah. Ada sejarah dunia, sejarah nasional dan sejarah hidup. Sejarah dapat terekam dengan baik karena sejarah tersebut diabadikan, diabadikan dalam bentuk benda dan non benda, contohnya yang berbentuk benda yaitu buku, gambar-gambar, dan artefak-artefak, sedangkan yang berbentuk non benda yaitu cerita turun-temurun dan lagu-lagu. Dalam buku “Cultural Analysis of Texts” karya Lehtonen, beliau menjelaskan teks dibagi menjadi dua, yang pertama yaitu fisik (artefak-artefak yaitu prasati atau lembaran-lembaran karya) bermakna Detotasi (maknanya tersurat atau pasti) kemudian yang kedua yaitu semiotik (speech, pictures dan musik) bermakna Konotasi (maknanya tersirat). Dengan adanya teks pastilah ada lembaran-lembaran kertas, kumpulan lembaran-lembaran tersebut menjadi satu yaitu yang sering kita sebut sebagai “Buku”.

Saturday, March 1, 2014

“Bergelut Dengan Academic Writing”


3rd Class Review
“Bergelut Dengan Academic Writing”
            Jumat 21 Februari 2014, ruang 46, pukul 07.30 WIB. Pada hari itu cuaca mendung dan hujan, membuat suasana menjadi ngantuk dan malas. Tapi apa daya saya harus memenuhi kewajiban saya sebagai mahasiswa, yaitu belajar. Karena hujan, saya kira Mr. Lala tidak masuk atau paling tidak kesiangan. Tapi setelah saya sampai di kampus, motor Mr. Lala sudah ada di parkiran di depan gedung PBI. Saya masih ingat pada hari itu saya memakai baju warna hijau, duduk seperti biasa yaitu di barisan paling depan. Di sebelah kanan saya ada Nani Fitriani, sebelah kiri saya ada Mega Widiastuti dan di belakang saya ada Maria Ulfa. Berbeda itu yang saya rasakan, karena hari itu saya duduk tidak tepat di depan meja dosen.

Thursday, February 27, 2014

Pendidikan Merupakan Upaya Pemersatu Perbedaan


Pendidikan Merupakan Upaya Pemersatu Perbedaan.
Indonesia adalah negara yang besar dan mempunyai potensi yang besar pula. Dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari berbagai suku, ras, etnis, agama dan budaya, merupakan aset berharga yang dimiliki Indonesia. Seharusnya Indonesia sudah menjadi negara maju, tapi mengapa sampai detik ini Indonesia masih menjadi negara berkembang?. Ada banyak faktor yang mempengaruhi mengapa Indonesia masih menjadi negara berkembang, salah satunya yaitu kualitas dan sistem pendidikannya. Padahal pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 sudah jelas bahwa pembentukan Pemerintah Negara Indonesia yaitu antara lain untuk mecerdaskan kehidupan bangsa. Yang bermakna membangun peradaban bangsa, sehingga bangsa Indonesia akan mampu hadir sebagai bangsa yang memiliki kepribadian nasional yang bersumber kepada nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi nasional Indonesia, yaitu Pancasila.

Saturday, February 22, 2014

2nd Class Review “Belajar Jadi Penulis”


2nd Class Review
“Belajar Jadi Penulis”
            Jumat, 14 Februari 2014, ruang 46, pukul 07.30 WIB. Pada hari itu saya memakai baju warna merah marun, saya datang pada pukul 07.20 WIB dan saya langsung duduk di bangku paling depan, karena saya ingin cepat paham dan tidak merasa ngantuk. Tidak lama kemudian teman-teman datang, saya masih ingat di sebelah kanan saya ada Dwi Ayu Asri Bahari, sebelah kiri saya ada Liana Nurbakti, di belakang saya ada Nita Agustina Maulidya dan lagi-lagi saya tepat berada di depan meja dosen. Tak lama kemudian Mr. Lala pun masuk dan mulai menjelaskan materi, kami pun memperhatikan dengan seksama. Yang dijelaskan oleh Mr. Lala yaitu tentang Teaching Orientation.

Sunday, February 16, 2014

“Hari Pertama di Writing 4”


 1st Class Review
“Hari Pertama di Writing 4”
            Jumat 07 Februari 2014, ruang 46, pukul 07.30 WIB. Hari pertama di mata kuliah Writing 4 di semester empat. Say masih ingat pada hari itu saya memakai baju berwarna hijau dan duduk di barisan paling depan. Di sebelah kanan saya ada Dwi Ayu Asri Bahari, sebelah kiri saya ada Nani Fitriani, di belakang saya ada Nur Auliya Rahmawati dan tepat di depan saya ada meja dosen, berarti saya tepat berada di depan Mr. Lala.