Showing posts with label Liana Nurbakti. Show all posts
Showing posts with label Liana Nurbakti. Show all posts

Sunday, June 1, 2014

PAPUA IS INDONESIA !!!

10th Class Review
PAPUA IS INDONESIA !!!
Menemukan, memahami, mengkritisi, kemudian menciptakan. Itulah langkah-langkah dalam pembuatan argumentative essay yang sedang dalam proses kali ini. Melihat langkah-langkah yang begitu panjang, tentu tidak mudah untuk menciptakan sebuah argumentative essay tersebut. Harus disiapkan tenaga ekstra dan fikiran yang benar-benar terfokus untuk argumentative essay tersebut.
Langkah pertama adalah menemukan. Menemukan disini adalah penulis harus mencari dan menemukan data yang akan dijadikan sebagai sumber atau acuan dalam pembuatan argumentative essay nya. Dalam proses menemukan ini, penulis tidak diberi batasan berapa sumber atau acuan yang akan penulis gunakan dalam pembuatan argumentative essay nya.

Sunday, May 4, 2014

Konflik Papua Yang Tak Kunjung Usai


9th Class Review
Konflik Papua Yang Tak Kunjung Usai
By Liana Nurbakti
Hari jum’at tanggal 25 April 2014 merupakan pertemuan awal kembali setelah dua minggu tidak adanya kelas academic writing. Tidak akanada waktu untuk bermain lagi, karena sekarang adalah waktunya untuk menulis kembali. Mulai dari minggu sekarang hingga seterusnya, pembahasan akan dikhususkan kepada tujuan awal pertengahan semester ini, yaitu membuat argumentative essay.

Sunday, April 6, 2014

A Constant Using Data


8th Class Review
A Constant Using Data
Istirahat sejenak, kemudian lari lebih kencang lagi. Itulah hal yang terjadi di writing class. Setelah kita beristirahat selama satu minggu, tidak ada class review, critical review dan tugas yang lainnya, tiba-tiba pada pertemuan kali ini kami dihadapkan lagi dengan tugas yang terhitung berat menurut saya. Hal yang paling menyedihkan adalah ketika tahu bahwa waktu pengerjaan tugas hanya tiga hari.
Bercermin kepada satu setengah semester kemarin, kami harus benar-benar memperbaiki kualitas belajar kami karena dalam satu setengah semester kemarin masih ada beberapa hal yang kurang sesuai dengan aturan yang Mr. Lala berikan. Setiap mahasiswa harus benar-benar teliti dalam pengerjaan tugasnya kali ini karena Mr. Lala tidak akan mentoleransi kesalahan sedikitpun. Mr. Lala berkata bahwa orang-orang di Indonesia memiliki magic word yaitu “khilaf”. Biasanya setiap melakukan kesalahan mereka berkata “maaf pak, saya khilaf”. Bahkan dengan magic word nya orang Indonesia pun, Mr. Lala tidak akan mentoleransi kesalahan-kesalahan yang kecil sedikitpun.

Sunday, March 30, 2014

Expressed But Still Secret

Expressed But Still Secret
( by : Liana Nurbakti )

“He changed the consciousness of a generation”
~Noam Chomsky~

Introduction
This paper offers a critical perspective on Howard Zinn’s article entitled “Speaking Truth to Power with Books”. That article is one of part of his book, entitled “A people’s History of the United States”. In that article, he said that “there are books that seriously affected you”. Howard Zinn proves it in that book.
Howard Zinn is a great writer. He created new world with changed mind people by his book, entitled “A people’s History of the United States”. With his high literacy, he can change history and made the new history. That is just from one book. How about he made many book that crossing the history? What will happen in this world? That is the strength from literacy. So that, we have to increase our literacy again.

Saturday, March 29, 2014

HLP to Expressed the Hidden Story

7th Class Review
HLP to Expressed the Hidden Story
Tidak ada yang instant dalam kehidupan ini. Bahkan mie instant pun harus direbus terlebih dahulu. Begitupun dengan menulis. Menulis itu tidak mungkin langsung menjadi sebuah karya, tapi menulis itu bertahap dan pelan-pelan. Menulis juga bukan hanya sekedar meditasi, tapi ada banyak hal positive yang dapat kita pelajari pada saat kita menulis, diantaranya sabar, focus dan creative. Semua itu dapat kita pelajari pada saat kita menulis.

Sunday, March 23, 2014

Thesis Statement to Literacy


6th Class Review
Thesis Statement to Literacy
Untuk menggapai sesuatu itu tidaklah mudah. Tidak ada yang instan dalam kehidupan ini, bahkan mie instan pun harus direbus terlebih dahulu. Jalan untuk mencapai keberhasilan pun tidaklah selalu lurus. Pasti ada halangan dan rintangan di tengah-tengah jalan tersebut. Begitupun dengan kelas academic writing kali ini. Untuk mencapai tujuan dalam kelas academic writing ini, salah satunya adalah menjadi orang yang berliterat, itu tidaklah mudah. Harus berusaha lebih keras agar bisa memiliki literasi yang tinggi.

Saturday, March 15, 2014

Kunci Pemahaman Menulis


5th Class Review
Kunci Pemahaman Menulis
07 Maret 2014, adalah pertemuan kelima dalam kelas academic writing ini. Artinya pada pertemuan kali ini peperangan akan segera dimulai. Bahkan peperangan sudah dimulai dari pukul 07.00 WIB. Peperangan kali ini bukanlah peperangan antara satu suku dengan suku yang lain, melainkan peperangan antara mahasiswa dengan berbagai macam senjata. Senjata yang dimaksud disini meliputi bolpoin, buku passport, pdf, notebook dan berbagai macam cemilan. Perang ini pun bukan dinamakan perang dunia ke-III yang merupakan lanjutan dari perangg dunia ke-II, melainkan perang ini dinamakan kelas academic writing.

Saturday, March 8, 2014

Interaksi Bangun Kelas yang Hebat

4th Class Review
Interaksi Bangun Kelas yang Hebat
Pertemuan kali ini, tanggal 28 februari 2014 sedikit berbeda dengan hari jum’at sebelumnya. Pada pertemuan kali ini, Mata Kuliah writing dimulai 30 menit lebih awal dari biasanya. Kalau biasanya kelas dimulai pada pukul 07.30, pada pertemuan kali ini kelas dimulai pada pukul 07.00. Mr. Lala berkata bahwa “belajar lebih pagi akan lebih baik”. Pagi ataupun siang tidak ada bedanya, karena sama-sama niatnya untuk mencari ilmu.

Thursday, March 6, 2014

Jurus Literasi Mengubah Paradigma Manusia


2nd Critical Review
Jurus Literasi Mengubah Paradigma Manusia
“History is important. If you don't know history it is as if you were born yesterday. And if you were born yesterday, anybody up there in a position of power can tell you anything, and you have no way of checking up on it.”
~
Howard Zinn~

Saturday, March 1, 2014

ReLa (REkayasa LiterAsi) Bangun Masa Depan


3rd Class Review

ReLa (REkayasa LiterAsi) Bangun Masa Depan
dalam berolahraga ada beberapa tahapan yang harus kita lakukan sebelum melakukan gerakan inti. Untuk mengawali olahraga yang baik, harus diawali dengan pemanasan terlebih dahulu. Setelah selesai melakukan pemanasan, baru boleh memasuki gerakan inti. Kemudian yang terakhir sebagai gerakan penutup, diakhiri dengan gerakan pendinginan. Dengan mengikuti aturan seperti itu, tubuh kita akan sehat dan tidak mudah terserang penyakit.

Thursday, February 27, 2014

Pendidikan Multikultural Guna Perdamaian Bangsa


1st Critical Review
Pendidikan Multikultural Guna Perdamaian Bangsa

Tujuan Puncak Pendidikan adalah Membekali peserta didik dengan sikap, pengetahuan, dan  keterampilan  yang memberikan kemungkinan  sebesar-besarnya bagi mereka untuk meraih kehidupan yang bahagia di dunia maupun di akhirat
Education is what survives when what has been learnt has been forgotten
~Skinner~
Education is what remains after one has forgotten what one has learned in school
~Einstein~
A man paints with his brains and not with his hands
~Michelangelo~
Scientists are not those who gave the right answers, but those who raised the right questions
~Levi-Strauss~

Saturday, February 22, 2014

Fact About Reader and Writer



Name              : Liana Nurbakti
Class/Semester: PBI-D/ 4
NIM                : 14121320241
2nd Class Review

Fact About Reader and Writer
Jum’at, 14 February 2014 merupakan pertemuan kedua pada Mata Kuliah Academic Writing. Seperti biasa, Mr. Lala Bumela selalu dating tepat waktu, begitupun mahasiswanya.
Sebelum memulai pembelajaran, Mr. Lala mengulang kembali materi yang minggu lalu disampaikan. Pada semester 4 ini, teaching orientasinya sangat berbeda dengan writing pada semester 2. Diantaranya ada academic writing, critical thinking dan writing itu sendiri. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu per satu.
Pertama, academic writing. Kenapa harus academic writing? Karena pada semester 4 ini kita tidak hanya sekedar mengarang atau menulis. Tulisan kita harus merujuk pada referensi-referensi dan harus ada data yang valid. Contohnya adalah research. Research tergolong pada academic writing karena melihat artinya saja, research berarti meneliti. Dengan meneliti, kita bisa menemukan sesuatu hasil yang valid. Hasilnya pun tidakhanya sekedar hasil, tetapi merujuk pada beberapa referensi. Semakin banyak referensi, researcher akan semakin mendekati truth (kebenaran). Selain itu, banyaknya referensi juga digunakan untuk mengcompare pendapat dari beberapa buku. Dengan demikian, hasilnya pun akan semakin valid dan semakin meyakinkan. Academic writing mempunyai empat sifat, yakni ; pertama, impersonal. Impersonal artinya penulis tidak menggunakan sudut pandang orang pertama, kedua maupun ketiga. Penulis hanya menunjukkan dirinya lewat pendapat-pendapatnya saja. Kedua adalah reference based, artinya tulisan harus merujuk pada referensi. Seperti yang sudah dijelaskan tadi diatas, bahwa tulisan itu bukan hanya asal tulisan, tapi harus ada bukti yang mendukung tulisan kita, yakni referensi-referensi. Ketiga adalah formal, artinya tulisan kita harus menggunakan bahasa yang formal. Ke$$empat adalah rogid, artinya kaku.

Saturday, February 15, 2014

Awal Sebuah Cerita ( Indah.. )

CLASS REVIEW
Awal Sebuah Cerita ( Indah.. )
Pada hari Jum’at, tanggal 07 February 2014 merupakan pertemuan pertama kelas saya dalam Mata Kuliah Writing 4. Mata Kuliah Writing sudah tidak asing lagi bagi saya dan kawan-kawan yang ada di kelas, karena kami telah mengikuti Mata Kuliah ini pada semester-semester sebelumnya. Pada writing 4 ini mungkin hanya ada sedikit perbedaan dengan writing pada semester sebelumnya. Dosen mata kuliah writing 4 ini juga sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa di kelas saya, Mr. Lala Bumela. Ya, siapa mahasiswa di Jurusan Bahasa Inggris yang tidak mengenal Mr. Lala Bumela? Semua mahasiswa pasti mengenal beliau. Menurut sebagian mahasiswa, Mr. Lala merupakan dosen yang killer. Menurut saya Mr. Lala tidak killer, karena saya sendiri tidak mengetahui batasan killer itu sampai dimana. Menurut saya Mr. Lala adalah dosen yang sangat disiplin dan mempunyai standar yang tinggi. Memang pada saat mata kuliah beliau, semua mahasiswa pasti tegang dan merasa deg-deg an, termasuk saya. Mungkin itulah yang dimaksud killer oleh sebagian mahasiswa.