Showing posts with label Fitri Nurhelawati. Show all posts
Showing posts with label Fitri Nurhelawati. Show all posts

Sunday, May 4, 2014

Indonesia Sayang, Indonesia Malang!!!



Cirebon, 25 April 2014
Fitri nurhelawati
Indonesia Sayang, Indonesia Malang!!!
            Setelah hampir sebulan tidak bertemu Mr. Lala akhirnya pada hari ini kami melakukan pembelajaran lagi. Berminggu-minggu kepala, pikiran kami terus berputar menganalisis artikel yang diperintahkan oleh Mr. Lala dan ketika Mr. Lala masuk, beliau mengatakan beberapa minggu ke depan kami akan membuat argumentative essay tentang apa yang telah kami baca. Beberapa orang dari kami di tunjuk untuk menerangkan sedikit dari pengetahuan mereka tentang apa yang telah di baca.

Sunday, April 6, 2014

“Hilangnya Kebenaran di Bumi PAPUA”


Cirebon, 4 April 2014
Fitri Nurhelawati
“Hilangnya Kebenaran di Bumi PAPUA”
Meaning and power
The above does not mean that the 500-year-long history of printing and
books – nor the couple of hundred years’ briefer history of the press – was
a peaceful and conflict-free evolution. Throughout time, the development
of written sign languages has incorporated a struggle over who is allowed
to use these systems and for what purposes.
(lehtonen, 2000: 55)
            Pada pertemuan kali ini jantung kami kembali berdetak kencang. Perasaan campur sari pun muncul, setelah seminggu rehat dari tantangan dan akhirnya kamipun bertemu kembali dengan tantangan ini. Fokus kami sepertinya sedikit hilang, namun kami harus memperbaikinya karena minggu ini saatnya “reading time”.

Monday, March 31, 2014

Literacy: The Power of Ideology in History

Fitri Nurhelawati
14121330385
Pbi D/4
Literacy: The Power of Ideology in History
Introduction
            Lies, betrayal and hypocrisy howard make history in a very critical phase. History is increasingly coming into the middle of the gorge. This became evident the further degradation of ideology as a result of literacy. The article " Speaking Truth to Power with Books " howard Zinn did not lie about the cruelty of Columbus, Columbus crime he unmasked but Howard did not say about the real discoverer of the Americas, namely Muslims. In " Speaking Truth to Power with Books " he realized that history is very important to know, but in some of his work, he's the same as lying historians.

UNITY IN THE WRITING

class review 7
UNITY IN THE WRITING
(FITRI NURHELAWATI)
Pada pertemuan kali ini rasa tegang sangat terlampau menghampiri. Saya sangat khawatir jika paper saya tidak diterima. Tapi akhirnya rasa takut itupun sirna karena kami hanya mereview saja. Untuk class review kali ini tidak boleh sembarangan, harus di masukan beberapa materi yang diinginkan oleh Mr. Lala, yaitu:

Sunday, March 23, 2014

The Important Things of Thesis Statement



Cirebon, 14 Maret 2014
Fitri Nurhelawati
Class Review 6
The Important Things of Thesis Statement
            Pada pertemuan kali ini hal-hal yang lebih crucial makin terlihat dari tugas-tugas yang kami buat. Mr. Lala mengatakan bahwa orang-orang yang literat adalah orang-orang yang tidak hanya mampu membolak-balikan fakta, akan tetapi lebih dari itu orang yang literat mampu menjadikan dirinya sebagai “resourse” (ini masuk ke “Quote of the Day”, yaitu tentang begitu besarnya tugas seseorang yang berliterasi.

Monday, March 17, 2014

The Power of Literacy in the History

Cirebon, 7 Maret 2014
Class review 5

The Power of Literacy in the History
Pada pertemuan hari ini Mr. Lala mengatakan bahwa quality reader kami mulai terlihat ini di buktikan dengan isi – isi tulisan kami yang sudah mulai sesuai dengan artikel yang telah kami baca. Tidak hanya itu, quality writer kami pun sudah mulai terlihat dengan adanya ciri khas pada setiap tulisan kami. Tentu saja ini karena adanya revolution dalam diri kami. Namun, kekurangna masih tetap ada bahkan masih banyak karena voice kami dalam penulisan critical masih kurang, ditambah lagi dengan tidak tersusunnya bagian – bagian penulisannya. Dalam setiap penulisan kritikal struktur tiap informasinya harus jelas agar setiap orang mengerti tiap sectionnya karena kritikan kita akan memebrikan informasi lebih pada orang lain. Untuk mempermudah pembaca mengukur voice kita, kita harus memunculkan khas (nilai lebih) tulisan kita. Makna bukanlah sesuatu yang berada dikata-kata yang kita tulis dan kirim ke orang lain, tetapi diciptakan dalam interaksi antara penulis dan pembaca karena mereka memahami kata-kata ini dengan cara yang berbeda, masing-masing berusaha menebak. Jadi proses interaksi discourse lah yang menghasilkan voice itu sendiri.

Sunday, March 9, 2014

Analysis Discourse in the Classroom



Class Review 4:
Analysis Discourse in the Classroom
            Pertama kali masuk jam 7.00 pagi, itu rasanyaaaa wahhhh banget.. hehe
Deg-degan dengan hasil critikal saya yang pertama. Kepikiran terus, bakalan dapat kritikna tidak ya dari Mr. Lala. Rasa ngantuk pun sirna ditelan oleh rasa khawatir akan dapat kritikan jelek. Tapi alhamdulillah kelas kami tidak mendapat kritikan yang jelek dari Mr. Lala. Minggu ini pertama Mr. Lala menanyakan apakah dalam critical review ini sudah ada tentang discoursenya apa belum. Sontak karena kami belum mengerti tentang discourse yang seperti apa yang Mr. Lala inginkan, kami semua menjawab belum. Lalu Mr. Lala mengatakan bahwa critikal minggu depan yang kami buat adalah critikal terakhir yang dibuat di rumah. Dan minggu depannya kami diharuskan membawa laptop sendiri untuk membuat critikal review berbahasa Inggris, kami akan mengerjakan critical ini di kelas bersama-sama selama 30 menit dengan kurang lebih 500 kata. Menurur Mr. Lala setelah kami selesai mengerjakan critical ini maka kami akan belajar membagi critical ini kedalam pembagian intro dan lain-lain. Sudah terbayang betapa keringat akan bercucuran di kelas selama kegiatan critical class ini berlangsung.

Thursday, March 6, 2014

Kerusakan Literatur dalam Sejarah yang Salah



Critical review 2
Kerusakan Literatur   dalam
 Sejarah yang Salah
(Fitri Nurhelawati)
            Di zaman sekarang, buku tidak hanya menjadi pegangan saja, tapi juga menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian orang. Buku tidak hanya memberikan informasi untuk pembacanya tapi juga memberikan motivasi. Buku sesungguhnya menjadi kunci menuju gerbang kehidupan dunia. Dengan buku kita tidak hanya menjadi seseorang yang literat ataupun multiliterat namun lebih dari itu, kita akan mampu menorehkan sejarah seperti yang dilakukan para ilmuwan-ilmuwan besar di dunia. Buku adalah pemicu kreativitas yang paling bermutu dan menjadi pembentuk kepribadian seseorang. Saking kreatifnya terkadang orang yang literat menjadi arogan karena merasa dirinya lebih banyak ilmu dibandingkan orang lain.

Saturday, March 1, 2014

(Bukan) MalPraktek Literasi



Class Review 3:


(Bukan) MalPraktek Literasi
(Fitri Nurhelawati)
            Bismillahirrahmanirrahim
            Perasaan campur aduk terjadi di minggu ini. Wahhhhh bingung harus berkata apa. Minggu ini benar-benar menjadi minggu yang melelahkan. Entah kenapa minggu-minggu di semester ini sepertinya akan sangat melelahkan, intensitas tidur pun berkurang. Mengejar target pelajaran pun menjadi kewajiban untuk saya yang memang kurang dalam pengetahuan. Setelah bergadang semalaman, ini hari pertama untuk saya ditanya oleh Mr. Lala tentang hasil tulisan saya. Tapi sayangnya ketika Mr. Lala bertanya tentang kenapa belajar linguistik itu penting ketika belajara literasi? Zonnnnnkkk dan ternyata saya tidak dapat menjawab pertanyaan itu. Saya akui saya kurang berkonsentrasi saat itu. Sebenarnya saya malu ketika Mr. Lala bertanya dan saya tidak dapat menjawab pertanyaannya. Saya malu karena sebagai murid dari seorang dosen hebat, saya tidak dapat menjawab pertanyaannya.

Thursday, February 27, 2014

Pendidikan Toleransi sebagai Penunjang Kehidupan Masa Depan



Critical Review:


Pendidikan Toleransi sebagai Penunjang Kehidupan Masa Depan
(Fitri Nurhelawati)
Pendidikan adalah proses membentuk karakter anak bangsa yang juga akan menunjang kehidupan mereka dalam menghadapi perkembangan zaman. Maka dari itu dalam proses pendidikan tidak boleh sembarangan, harus memasukan unsr-unsur pembangun jati diri siswa. Pendidikan sangatlah penting dalam membantu membentuk karakter dan jati diri seseorang. Baik pendidikan formal, informal, di sekolah, di rumah maupun di masyarakat, itu semua memberikan manusia ilmu untuk menghadapi perkembangan zaman. Di Indonesia pendidikan intelek jelas dibutuhkan, akan tetapi pendidikan moral pun sama pentingnya dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia terutama untuk generasi muda yaitu pelajar dan mahasiswa. Karena sebagai penerus bangsa haruslah memiliki pendidikan yang memadai, yang intelek dan toleran untuk membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik lagi.

Sunday, February 23, 2014

Kebangkitan dari sebuah Ketertinggalan


Fitri Nurhelawati                                                                                          
Cirebon, 14 februari 2014
Kebangkitan dari sebuah Ketertinggalan
Pada pertemuan kali ini kebetulan saya tidak dapat mengikuti pembelajaran dikarenakan perut saya tidak enak untuk di bawa kuliah, padahal ini hari pertama saya dan teman-teman memperlihatkan hasil kerja kami sekelas. Sebenarnya saya bingung ketika harus menulis class review ini. Sungguh entah apa yang harus saya tulis dalam class review ini. Saya mencari informasi ke beberapa sumber untuk mendapatkan informasi selengkap-lengkapnya tentang pertemuan minggu ini. Ketidakhadiran minggu ini pun saya tebus dengan susah payah mencari dan mengembangkan informasi dari teman-teman karena saya merasa sangat sedih tidak masuk salah satu mk terpenting di semster ini.

Sunday, February 16, 2014

New Challenge in the New Semester



New Challenge
in the New Semester
Woowww fantastic .. kata-kata inilah yang sepertinya pantas mewakili perasaan saya di semester ini. Semester ini seperti pak lala dan mr wahid benar sudah janjian untuk masuk mengisi materi di kelas kami. Ini suatu tantangan tersendiri bagi saya. Mr lala sendiri untuk semester ini masuk mengisi mk writing and compotition 4 dan tentu akan menjadikan mata kuliah ini lebih menantang karena Mr. Lala sendiri selalu memberikan sentuhan terbaiknya dalam memberikan dan menyampaikan suatu materi.
            Awal pertemuan ini Mr. Lala membahas tentang syllabus kami yang isi dan tentu muatan materinya baru and it will be make me more hard work for finishing my assigments. Pertama Mr. Lala membahas tentang syllabus. Diantaranya isinya berisi tentang acara-acara yang akan Mr. Lala hadiri dalam waktu dekat-dekat ini. Yang mana acara ini pasti akan membuat beberapa pertemuan terpending. Namun, seperti beberapa semester sebelumnya, Mr. Lala telah menyediakan make up class di hari lain untuk mengganti pertemuan yang sebelumnya karena Mr. Lala  memang  orang yang sangat disiplin.