Showing posts with label Eka Ramdhani Niengsih. Show all posts
Showing posts with label Eka Ramdhani Niengsih. Show all posts
Sunday, May 4, 2014
Created By:
Eka Ramdhani Niengsih
Class Review 9
Time to Creative Think Again
By:
Eka Ramdhani Niengsih
PBI-D
4th Semester
Setelah
terdiam tidak membuat coretan-coretan Class Review akhirnya minggu ini kami
kembali merangkai kata-kata. Tidak tanggung-tanggung, argumentative Essay
menjadi topik pada minggu ini. Apa itu Argumentative Essay? Saya pribadi masih
cukup asing dengan hal itu. Pak Lala berkata jika membaca itu seolah kita
menyelami lautan topik yang akan kita bahas. Karena lautan itu dalam, ketika
kita melihat permukaannya mungkin saja akan terkesan biasa, hanya air yang terlihat.
Akan tetapi ketika kita berani menyelam dengan beberapa alat keamanannya, kita
akan melihat dengan takjub betapa indahnya, betapa luasnya lautan itu. Banyak
hal baru yang bisa kita ketahui saat menyelam dan bisa dijadikan pelajaran.
Sama halnya dengan membaca, ketika kita berani membaca dengan serius maka
banyak hal yang akan ditemukan. Ini bisa disebut sebagai membaca berkualitas.
Dalam argumentative essay kita harus berani menyelami topik yang kita bahas
agar lebih menarik dan bagus. Menurut Lehtonen, sensasi yang menyenangkan ketika membaca itu adalah disaat kita menemukan
hal-hal baru.
Sunday, April 6, 2014
Created By:
Eka Ramdhani Niengsih
Membaca: Mengidentifikasi suatu teks
By : Eka
Ramdhani Niengsih
Satu
minggu tanpa tugas writing, seperti malam hari tanpa angin. Cukuplah waktu bagi
saya dan teman-teman untuk beristirahat. Ibarat dalam permainan bola, kami
sedang turun minum dalam waktu yang singkat guna mengembalikan segala tenaga
kami yang telah hilang, agar lebih menunjukan kekuatan kami dalam babak writing
4 ini. Well, hari Jumat 04 April 2014 ini menandakan harus dimulainya lagi
permainan kami. Pertemuan ke sembilan, titik dimana kami harus start dan siap menerima tantangan yang akan
dihadapi apapun itu.
Sunday, March 30, 2014
Created By:
#Progress Test 2,
Eka Ramdhani Niengsih
Eka
Ramdhani Niengsih
PBI-D
Forth Semester
NIM
14121320237
Howard
Zinn: The Radical Man
Introduction
This
paper offers a critical insight on Howard Zinn’s article entitled “Speaking
Truth to Power with Books”. Radical. Selfish. The clear world would be so dark
when Howard Zinn gave statement. That what I feel when the first I know Howard
Zinn. But, Personally proud of him. He changed thinking the other by his writing. He made history with his
craft. He gave me new insight that do not just to be listener about one
history, we have to know what the truth of history which seen from many aspect
like fact. Beside that, Howard Zinn told us to be critical person to face
something. However, Howard Zinn just common person who has weakness and perhaps
sometimes he ignored things in his craft. For this reason, here I will try to extend
those things which missing from Howard Zinn..
Created By:
Eka Ramdhani Niengsih
Values Around
historian, Linguist and Poet
By:
Eka Ramdhani Niengsih
Salam
semangat! Maha suci Allah SWT. yang selalu memberikan kita kesempatan untuk
bisa menikmati setiap detik kehidupan kita. Setiap hembusan nafas kita adalah
karunia-Nya. Patutlah kita memanjatkan puji syukur pada-Nya, agar kehidupan
kita semakin bermakna.
Minggu
ini, MK Writing 4 menginjak pada pertemuan ketujuh. Minggu yang cukup
menenangkan, karena masuknya seperti biasa pukul 07.00 WIB. Sehingga saya tidak
perlu khawatir harus menginap lagi disalah satu teman. Well, pertemuan kali ini
pun seperti sebelumnya ada anak kelas lain yang ikut belajar di PBI-D. Kegiatan
pertemuan ke tujuh MK writing ini diawali dengan evaluasi tentang class review
minggu kemarin, peer-review paper free writing, dan diakhiri dengan penyampaian
materi oleh pak Lala.
Saturday, March 22, 2014
Created By:
Eka Ramdhani Niengsih
Literat:
Kaum Tercerahkan
By:
Eka Ramdhani Niengsih.
PBI-D Semester 4
Salam
semangat! Semoga Allah SWT selalu melindungi kita dan menuntun kita ke jalan
yang benar. Mk Writing minggu ini adalah minggu yang cukup menakjubkan khususnya
bagi saya, jujur saya katakan. Pak Lala memiliki schedule lain yang memang saya
pikir itu jauh lebih penting. Jalan keluar yang didapat ialah masuk kuliah
pukul 05.45 WIB. Sedikit ekstrim memang, namun bagaimana lagi. Kita harus
mengikutinya. Awalnya saya bingung harus berangkat pukul berapa dari rumah.
Lalu, hati saya terenyuh sewaktu banyak teman yang menawarkan untuk menginap
ditempatnya. Thanks a lot guys! You are make me proud of you all. Tanpa
persiapan tanpa direncanakan saya
menginap disalahsatu teman dekat saya. Ada kebersamaan yang saya rasakan,
mungkin akan membuat saya rindu suasana ini. Mengerjakan tugas secara
bersamaan, makan bersama.
Saturday, March 15, 2014
Created By:
Eka Ramdhani Niengsih
Menyelami Komponen
Menulis
Eka Ramdhani Niengsih
PBI-D Semester 4
Salam
semangat! Semoga hari-hari kita selalu dilalui dengan penuh rasa syukur atas
semua nikmat Allah SWT. Tidak terasa pertemuan ini sudah menginjak pada
pertemuan yang kelima. Sudah banyak hal yang dibahas, dimulai dari classroom
discourse, religous harmony sampai sejarah. Really execited. Di writing 4 ini
dalam pembahasan Classroom Discourse ternyata telah membuka pemahaman saya
bahwa kelas yang sebelumnya saya pikir hanyalah satu hal kecil, ternyata bisa
mempengaruhi kerukunan antar-umat manusia. Serta masih banyak hal lainnya yang
membuka pemahaman saya.
Saturday, March 8, 2014
Created By:
Eka Ramdhani Niengsih
Class
Review 4
Kelas : Membangun Toleransi
“Classroom Discourse to Foster Religious
Harmony”
Eka
Ramdhani Niengsih
PBI-D
Semester 4
Salam
semangat! Selamat menjalani aktivitas. Awali hari-hari kita dengan saling
berbagi semangat agar semakin banyak energi positif yang kita dapatkan. Dengan
energi positif yang didapat, Insya Allah membuat kita lebih banyak berbuat
kebaikan. Pagi ini, terasa lebih banyak kekhawatiran dibandingkan sebelumnya. Mata
ini masih terjaga ketika jarum jam sudah tiba di angka dua bahkan lebih. Rasa
lelah, lapar, bingung dan takut saling menyatu menjadi satu kekhawatiran yang
mendera diri ini. Takut akan tidak bisa
memenuhi apa yang sudah ditugaskan. “Critical Review” ya, itu lah tugasnya.
Belum pernah dibayangkan, harus menulis sebanyak 2500 kata. Jauh dari dalam
hati ini, harus diakui bahwa sesungguhnya diri ini bukanlah seorang yang mahir
merangkai kata. Ketika teringat bahwa ada ayat Alqur’an yang mengajarkan bahwa
Allah SWT. tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali jika mereka sendiri
yang merubahnya. Dengan firman Allah SWT. tersebut tidak ada salahnya jika kita
sebagai makhluk lemah ciptaan-Nya untuk terus selalu berusaha melakukan yang
terbaik yang bisa kita lakukan. Well, sebisa mungkin saya mencoba menulis
Critical Review. Bismillah, perkara hasilnya jadi tulisan bagus atau tidak itu
bukan hal utama, yang terpenting saya sudah berusaha sejauh pemahaman saya.
Thursday, March 6, 2014
Created By:
Eka Ramdhani Niengsih
Manipulatif Fakta Sejarah dalam Buku
By: Eka
Ramdhani Niengsih
“If a book changes somebody’s life
by changing somebody’s consciousness, it is going to have an effect on the
world, in one way or the other, sooner or later, in ways that you probably
cannot trace”
–Speaking
Truth to Power with Books Howard Zinn-.
Tahukah kita bahwa sebuah buku yang
hanya terdiri dari kumpulan kertas dan tulisan itu mampu membawa perubahan yang
besar bagi kelangsungan sebuah bangsa. Kita melihat buku memiliki kekuatan yang
sangat besar. Buku adalah sebuah alat perubahan sejati yang tak lekang oleh
usia dan waktu. Buku memiliki kekuatan rahasia yang tersembunyi di setiap
kata-katanya. Buku pun kerap kali menjadi saksi bisu suatu sejarah.
Friday, February 28, 2014
Created By:
Eka Ramdhani Niengsih
Class
Review 3
Eka
Ramdhani Niengsih
PBI-D
Semester4
Literasi:
Modal Hidup Manusia
Hujan
membasahi bumi sejak dini hari bagaikan sedang menangisi dosa-dosa umat manusia.
Rintik hujan pun menemani saya menyelesaikan tugas-tugas kuliah dikala dini
hari yang dingin ini. Ya, dini hari bagi saya adalah waktu yang cocok untuk
menyelesaikan semua tugas-tugas tersebut, karena dini hari memberikan
ketenangan hingga saya bisa lebih berkonsentrasi. Hujan masih setia hadir
dibumi hingga saya harus datang ke kampus, hari ini ada mata kuliah Writing 4.
Perkuliahan akan dimulai pukul 07.30 WIB. Cuaca diluar benar-benar dingin,
seakan enggan untuk menyibakkan selimut hangat yang membelit tubuh ini. Sebuah
kewajibanlah yang merelakan selimut hangat tersebut disibakkan, kewajiban untuk
menuntut ilmu. Bismillah, pukul 07.15 WIB akhirnya saya tiba di kampus hijau
ini. Apa yang terjadi? Kampus benar-benar sepi padahal biasanya suasana pagi
tersebut sudah begitu ramai oleh para mahasiswa. Apakah mereka terlambat datang
ke kampus ataukah memang sengaja terlambat datang? Wallahualam, kita tidak
boleh berpikiran jelek pada orang lain. Mungkin saja mereka sedikit ada
halangan untuk datang tepat waktu.
Thursday, February 27, 2014
Created By:
#Progress Test 1,
Eka Ramdhani Niengsih
Eka
Ramdhani Niengsih
PBI-D
Semester 4
Critical Review
1
Edukasi
dan Pengikisan Toleransi Bangsa
Pendidikan
adalah ujung tombak kemajuan suatu bangsa. Jika rendah tingkat pendidikan suatu
negara maka tidak heran jika negara tersebut belum dikatakan negara yang maju.
Pendidikan erat kaitannya dengan budaya literasi. Di Indonesia budaya literasi
kita masih terbilang rendah. Bisa jadi ini adalah salah satu yang membuat
negara kita belum termasuk negara maju. .
Pentingnya
pendidikan yaitu untuk menentukan kualitas hidup seseorang atau bangsa yang
memang sudah menjadi kebutuhan mutlak. Di indonesia pendidikan mempunyai dua
jenis yaitu pendidikan intelektual dan pendidikan moral.
Keduanya dibutuhkan untuk saling melengkapi. Kedua jenis pendidikan
tersebut dikhususkan untuk generasi muda yaitu pelajar dan mahasiswa. Kaum muda
merupakan generasi penerus yang akan menentukan jalannya bangsa ini untuk
kedepannya.
Sunday, February 23, 2014
Created By:
Eka Ramdhani Niengsih
Class Review 2
Siapakah Kita di Kelas Writing?
Alhamdulillahirobbil’alamin
Allah SWT . masih memberi kita kesempatan untuk berkumpul dan mengikuti pembelajaran ini. Hari ini, 14 Februari 2014 pukul 07.30 WIB.
Adalah saat yang sedikit membuat jantung berdetak lebih cepat dan otak bekerja
lebih keras, karena ini saatnya bertemu dengan mata kuliah Writing 4. Tugas
appetizer yang telah dikerjakan pun harus bisa dipertanggungjawabkan, harus
menguasai isinya. Seperti biasa, satu persatu ditanya dengan pertanyaan
beragam. Ketika tiba giliran saya, saya mendapat pertanyaan yang tidak begitu mengasah
penalaran. Diakhir sesi tanya jawab, didapat kesimpulan bahwa: tulisan akademik
berhubungan dengan penelitian, validitas, penyamaan lalu hal yang mendekati
kebenaran. Tulisan akademik melahirkan seorang pembaca dan penulis kritis. Saat lahir banyaknya
pembaca dan penulis kritis, maka literasinya pun akan tinggi. Pertumbuhan
literasi yang tinggi dalam suatu negara akan semakin memajukan perkembangan
negara tersebut. Ternyata benar, dimanapun kita akan selalu mendapatkan tantangan untuk kedepannya. Begitupun
mahasiwa yang mendapat tugas dan menjadi tantangan besar untuk diselesaikan.
Sunday, February 16, 2014
Created By:
Eka Ramdhani Niengsih
Class review 1
Belajar
Menulis Akademik
Alhamdulillahirobbil’alamin kita
senantiasa selalu berada dalam lindungan Allah SWT. setiap hembusan nafas kita
itu sangat berarti, oleh karena itu hendaknya kita melakukan sesuatu yang
berguna bagi orang lain terlebih lagi bagi diri kita sendiri. Sebaik-baiknya
manusia adalah yang berguna bagi orang lain. Lalu, tanpa terasa setelah ada
liburan semester selama satu bulan lebih, akhirnya minggu ini perkuliahan sudah
mulai aktif lagi. Ditahun yang masih baru juga diawal bulan ini tidak ada
salahnya kita memupuk semangat menjadi lebih baru dan lebih kuat lagi untuk
belajar ataupun melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain.
Subscribe to:
Posts (Atom)